Menghisap kejenuhan, merasa dikhianati, hanya berpijak secuil kepercayaan.
Angan pupus sudah, karena kekecewaan pada kebohongan.
Lusuh dan lemah wajah ini, sama seperti tampilan relung yang merindu senyum bijaksana.
Setahun yang lalu, ungkapan kemunafikan terjadi.
Ini masih terngiang.
Berusaha memaafkan, namun hanya berpegang keadaan pun belum sepenuhnya kusanggup.
Kupikir dulu adalah kasih sayang nyata.
Kupikir dulu adalah kepedulian hati.
Kupikir dulu adalah nyali untuk satu makna.
Apa sejatinya telah lupa akan tekad murninya?
Yang semestinya menemani telah beralih.
Yang semestinya menyayangi telah berlalu
Sekarang hanya rasa terluka tertinggal.
Hanya kenangan visi semu, mimpi kosong, tak pernah nyata.
Selamat tinggal…..
[fauka]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar